Plang Nama Kereta Api Cikuray dengan Papan Digital di atasnya
Kereta api cikuray

Ada banyak pilihan transportasi umum yang melayani perjalanan dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya. Tapi untuk perjalanan kali ini, aku memilih naik moda transportasi kereta api. Kereta Api Cikuray menjadi pilihan termurah untuk rute perjalanan dari Jakarta ke Bandung hingga ke Garut.

Setelah jalan-jalan seharian dari Bandung, mampir ke Bogor, lalu ke Stasiun Nambo, aku langsung pergi ke Stasiun Pasar Senen untuk kembali ke Bandung. Sesuai rencana, perjalanan ini memang akan aku jalani dalam sehari tanpa menginap.

Stasiun Nambo

Pukul 15.00 WIB, setelah menginjakkan kaki ke stasiun “Rock Bottom” Nambo dan mengambil beberapa foto di sana, aku langsung naik KRL untuk kembali ke arah Jakarta. Jadwal KRL di Stasiun Nambo yang sangat jarang membuatku harus tepat waktu daripada harus menunggu jadwal selanjutnya yang berjarak hingga satu jam lamanya. Selisih waktu satu jam di daerah Jabodetabek bisa memberikan efek domino pada jam-jam selanjutnya.

KRL Nambo yang aku tumpangi berhenti di Stasiun Manggarai, stasiun tersibuk di KRL Jabodetabek. Bahkan saat akhir pekan saja Stasiun Manggarai masih penuh penumpang. Kalau tidak akhir pekan, Stasiun Manggarai akan lebih sesak lagi. Dengan tujuanku menuju ke Stasiun Pasar Senen, aku memilih transit dua kali yaitu di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara nanti.

Di Stasiun Manggarai aku turun dari KRL Nambo dan berganti ke KRL dengan tujuan Bekasi. Selanjutnya aku turun di Stasiun Jatinegara untuk pindah ke KRL tujuan Kampung Bandan via Stasiun Pasar Senen. Kalau dilihat secara normal, seharusnya aku masih punya cukup waktu.

Sayangnya, saat itu bertepatan dengan sebuah Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa anjloknya kereta api Argo Bromo Anggrek di daerah Subang. Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di hari sebelum aku melakukan perjalanan ini memberikan efek domino yang cukup luar biasa. Kereta-kereta yang seharusnya bisa melalui jalur utara Cirebon dipaksa memutar lewat Bandung. Sebagian kereta juga dibatalkan karena beberapa hal. Yang tidak aku sadari, ternyata kejadian tersebut berimbas juga pada perjalanan KRL dan Kereta Api Cikuray.

Plang Nama Kereta Api Cikuray dengan Papan Digital di atasnya
Kereta api cikuray

Tiba di Stasiun Jatinegara, seharusnya KRL yang akan aku tumpangi menuju ke Stasiun Pasar Senen tiba pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian KLB tersebut, antrean masuk Stasiun Jatinegara dari arah Bekasi menumpuk. KRL yang menuju ke Stasiun Pasar Senen dipaksa tertahan. Penumpang KRL menuju Stasiun Pasar Senen yang semula sedikit akhirnya menumpuk menjadi cukup banyak. KRL-pun baru datang sekitar pukul 16.45 WIB atau 15 menit sebelum keberangkatan Kereta Api Cikuray. Perjalanan dari Stasiun Jatinegara menuju ke Stasiun Pasar Senen memang tidak butuh waktu lama, tapi ini cukup membuatku deg-degan.

Semula, aku berencana untuk istirahat sejenak di Stasiun Pasar Senen, entah itu untuk sikat gigi, memakai parfum, atau membeli bekal. Semua ini sudah aku rencanakan bahkan sebelum aku melakukan perjalanan. Tapi berkat kejadian tersebut, semua rencanaku harus bergeser.

Tiba di Stasiun Pasar Senen dari KRL pukul 16.55. Aku langsung bergegas keluar, mencari Indomaret untuk beli kopi. Sayangnya karena waktu sudah mepet, aku mengurungkan dan langsung memilih boarding. Stasiun Pasar Senen saat itu juga penuh manusia. Ada yang ingin membatalkan tiket, ada juga yang akan melakukan perjalanan dengan kereta api, termasuk penumpang Cikuray.

Interior Kereta Ekonomi-7 Cikuray
Interior Kereta Ekonomi-7 Cikuray
Ruang kaki yang cukup sempit di kereta api cikuray
Ruang kaki yang cukup sempit

Selepas boarding aku segera menuju ke Indomaret yang ada di dalam. Mengambil beberapa barang dan segera menuju ke kasir. Sayangnya sebelum giliranku, waktu sudah menunjukkan pukul 17.20 WIB alias waktu keberangkatan kereta Cikuray. Di tengah chaos Stasiun Pasar Senen, pengumuman keberangkatan kereta Cikuray sudah diumumkan meskipun lokomotif kereta belum terpasang. Aku yang sudah khawatir memilih membatalkan beli barang dan langsung menuju ke kursiku di Kereta Ekonomi-7 atau kereta paling ujung belakang.

Kereta api Cikuray menggunakan rangkaian kelas ekonomi dengan konfigurasi tempat duduk 3-2. Namun, rangkaian ekonomi ini hanya ada di kereta Ekonomi-1 hingga Ekonomi-5. Untuk kereta Ekonomi-6 dan Ekonomi-7 menggunakan rangkaian kelas Ekonomi Premium Modifikasi dengan konfigurasi tempat duduk 2-2 yang sudut kemiringannya lebih manusiawi. Inilah salah satu alasanku memilih kereta Ekonomi-7.

Sunset di Stasiun Pasar Senen dari dalam kereta ekonomi-7 cikuray
Sunset di Stasiun Pasar Senen
Tiba di Stasiun Bekasi
Tiba di Stasiun Bekasi

Kereta api Cikuray diambil dari nama sebuah gunung yang ada di Garut, namanya Gunung Cikuray. Kereta Cikuray seharusnya dijadwalkan berangkat pukul 17.20 WIB dari Stasiun Pasar Senen. Namun terkena imbas kejadian luar biasa yang membuat perjalanan kereta Cikuray harus diberangkatkan pukul 18.00 WIB. Tiket kereta ini seharga Rp45.000 untuk perjalanan dari Jakarta menuju Bandung hingga Garut. Dengan harga tersebut, Cikuray menjadi transportasi umum termurah untuk perjalanan dari Jakarta ke Bandung hingga Garut.

Tiba di Stasiun Cikarang
Tiba di Stasiun Cikarang
Tiba di Stasiun Karawang
Tiba di Stasiun Karawang

Perjalanan dari Jakarta ke Bandung dari sore menuju malam membuatku tak banyak berfoto-foto. Apalagi kondisi badan sudah cukup lelah. Aku lebih memilih untuk duduk dan beristirahat. Kereta Cikuray berhenti di beberapa stasiun seperti Stasiun Bekasi, Karawang, Cikampek, Purwakarta. Beberapa kali kereta harus terhenti di stasiun kecil karena harus mengalah dengan kereta lain seperti Serayu, Parahyangan, dan beberapa kereta dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terpaksa harus memutar lewat Bandung. Kereta-kereta ini hampir bisa dipastikan semuanya terlambat.

Kebun Bunga di Stasiun Bandung
Kebun Bunga di Stasiun Bandung

Perjalananku berakhir di Stasiun Bandung pukul 21.12 WIB atau terlambat 45 menit dari jadwal seharusnya pukul 20.30 WIB.

By Gallant Tsany Abdillah

Hai, nama saya Gallant.